Artikel Populer

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Selasa, 08 Juni 2010

Tips dan Trik Belajar Baik

Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.
Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :

Senin, 01 Maret 2010

Jadwal Kegiatan Asrama Hidayatul Qur'an

  • Tingkat SMA


NO
HARI
WAKTU KEGIATAN
JENIS KEGIATAN
USTADZ
1.
Sabtu
Ba’da Maghrib
Tafsir Jalalain
Gus Awis
2.
Ahad
Ba’da Maghrib
Nahwu
Ust. Luthfi
3.
Senin
Ba’da Isya
Tafsir Analitik/Taqror

4.
Selasa
Ba’da Maghrib
At Tibyan
Gus Awis
5.
Rabu
Ba’da Maghrib
Daqoiqul Akhbar
Ust. Munif
6.
Kamis
Ba’da Isya’
Muhadloroh / Furqon

7.
Jum’ah
o   Ba’da Maghrib
o   Ba’da Isya’
Dibaan
Ta’lim Muta’allim

Ust. Syamsuri

  • Tingkat SMP

NO
HARI
WAKTU KEGIATAN
JENIS KEGIATAN
USTADZ
1.
Sabtu
MASIH DALAM TAHAP PENGERJAAN
2.
Ahad
MASIH DALAM TAHAP PENGERJAAN
3.
Senin
MASIH DALAM TAHAP PENGERJAAN
4.
Selasa
MASIH DALAM TAHAP PENGERJAAN
5.
Rabu
MASIH DALAM TAHAP PENGERJAAN
6.
Kamis
MASIH DALAM TAHAP PENGERJAAN
7.
Jum’ah
MASIH DALAM TARAF PENGERJAAN

Akhmad Badawi Kholil

Akhmad Badawi Cholil putra yang kedelapan dari KH. Cholil Al Juraemi, dimasa kecilnya bahkan sampai pada saat menginjak masa kepemudaan Akhmad Badawi selalu gemar / hobby berhalwat. Pada masa kepemudaannya pernah masuk TNI, bahkan salah seorang yang gigih melawan penjajah Belanda.

Almarhum, sewaktu masih menjadi anggota TNI pernah bertugas di Tuban, Surabaya dan Mojokerto. Perhatian Beliau di curahkan untuk kepentingan agama. Beliau pernah menjadi ketua G.P. Anshor Kabupaten Jombang sekitar tahun 1956 sampai tahun 1960, pernah menjadi anggota DPR-GR Kab. Jombang mulai 1964 s/d 1970 Beliau yang mendorong atas meningkatnya pendidikan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum bahkan Mu’allimin Atas sampai pendirian Universitas Darul ‘Ulum (UNDAR). Beliau selalu memberikan dorongan serta pertolongan – pertolongan kepada KH. Musta’in Romly segera didirikan Universitas Darul ‘Ulum (UNDAR) tahun 1965.

Almarhum, tokoh muda yang berwibawa dan disegani oleh kawan dan lawan bahkan para penjahat dan pemuda yang berbuat keonaran di daerah Jombang selalu memandang Almarhum sebagai momok. Siapapun yang pernah mendampingi Almarhum semasa hidupnya selalu berkesan atas kepemimpinannya dan petunjuk – petunjuknya, Almarhum pemuda yang dikasihi oleh KH. Romly Tamim dipercaya untuk Keamanan / Ketertiban Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, sampai – sampai dapat doa yang diterima dan diijazahkan kepada Almarhum baik dari KH. Romly Tamim maupun dari ayahnya KH. Cholil Al Juraemi. Almarhum semasa hidupnya belum pernah kawin selalu berhalawat menjalankan aurod – aurod bahkan menjelang wafatnya Almarhum berpuasa tidak berbicara sama orang bertaqorrub, Almarhum menjelang wafatnya pergi ke Cirebon sowan kepada seorang gurunya di buntet sampai di Cirebon pada tahun 1972 dan jenazahnya dibawa pulang ke Darul ‘Ulum.

KH. Hanan Ma'shum

KH. Hanan Ma'shum
\
Dilahirkan di Rejoso 7 Oktober 1940, adalah putra kedua KH. Ma’soem Cholil. Beliau tidak jauh beda dengan putra kyai – kyai Darul ‘Ulum yang lain. Awal pendidikan Beliau langsung diasuh oleh buyanya sendiri yakni KH. Ma’soem Cholil beserta kyai – kyai sepuh yang lain di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang layaknya santri.

Beliau juga dimasukkan asrama di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum berkumpul bersama santri yang lain sehingga Beliau sejak kecil sudah merasakan sebagai santri. Setelah menyelesaikan Pendidikan Formal di Madrasah Mu’allimin Atas Darul ‘Ulum pada tahun 1965, Beliau melanjutkan kependidikannya keberbagai Pondok Pesantren di Lasem, Rembang dan Magelang di Jawa Tengah, Krapyak Yogyakarta, serta Pondok Ploso Kediri. Dari pengalaman mondok inilah kemudian KH. A. Hannan Ma’soem sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darul ‘Ulum sangat tekun menyelenggarakan pengajian – pengajian kitab kuning seperti : Tafsir Jalalain, Hikam, Riyadhus Sholihin, Kifayatul Akhyar sampai akhir hayatnya.

Di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, seusai wafatnya KH. A. Badawi Cholil paman Beliau KH. A. Hannan Ma’soem memegang jabatan sebagai Sekretaris Umum mulai tahun 1971 s/d 1979 kemudian meningkat menjadi Koord. Pengajian dan Kepondokan sampai 2002. Sementara diluar Pondok Beliau juga aktif di Nahdlotul ‘Ulama Cabang Jombang sebagai pengurus Tanfidziyah kemudian menjadi suriah Nahdlotul ‘Ulama, dan menjadi Ketua RMI (Robithoh Al Mahidil Islamiyah) Cab. Jombang serta menjadi anggota DPR-GR semangsa aktif di NU Cab. Jombang.

Pada tahun 1969 KH. A. Hannan Ma’soem menikah dengan putri Mojokerto yang bernama Hj. Chotimah Afifah yang dikaruniai tiga putra yaitu : H. M. Shobih Hannan, S.Ag., Dra. Hj. Fairuza Rahmi Hannan, H. Ifan Fahmi Hannan.

Tepat hari Jum’at tanggal 7 September 2001 dan bertepatan dengan 19 JumadilAkhir 1422H Allah SWT telah memanggil Beliau.

KH. A. Rifa'i Romly

KH. A. Rifa’i Romly adalah putra pertama dari KH. Romly Tamim dari Ibu Ny. Chodijah, putri Kyai Lukman dari Suwaru Mojoagung. Beliau mulai ikut berkiparah dalam kepemimpinan di Darul ‘Ulum mulai tahun 1972 sebagai Kepala Sekolah SMP Darul ‘Ulum 1. Kemudian secara berturut – turut menjadi Ketua Umum Ikatan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum (IKAPPDAR) pada tahun 1976, Ketua JATMI (Jam’iyah Ahli Thoriqot Indonesia) menggantikan kedudukan almarhum DR. KH. Musta’in Romly, juga menjadi Thoreqot Qodiriyah Wan Naqsabandiyah. Sementara diluar Darul ‘Ulum beliau juga anggota DPRD Tingkat II Jombang mulai tahun 1972 sampai tahun 1992 dan menjadi anggota DPRD Tingkat I mulai tahun 1992 sampai wafatnya.

KH. A. Rifa’i Romly lahir di Rejoso pada tanggal 22 April 1942. Pada masa kecilnya di didik dan diasuh langsung oleh KH. Romly Tamim, baru setelah usia akil baligh melanjutkan pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah, Muallimin (setingkat SLTP) di Darul ‘Ulum, kemudian mondok di Pondok Pesantren termasuk Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Setelah cukup menempa diri di pendidikan tradisional pondok pesantren, pendidikan formalnya dilanjutkan ke Fakultas Ushuluddin di UNDAR dan IAIN Sunan Ampel Kediri. Beliau juga pernah di Fakultas Hukum UNDAR Jombang pada saat perjalanan hidupnya sudah mengabdi di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum. KH. A. Rifa’i Romly adalah sosok yang sangat bersahaja, memandang hidup apa adanya sehingga terkesan tanpa beban. Kalau berceramah kerap kali menggunakan bahasa yang elementer dan akrab dengan bahasa harian orang – orang Jawa Timur, karena mudah dipahami mulai dari kalangan masyarakat tua dikeluarga besar Thoreqot Qodiriyah Wan Naqsabandiyah maupun dikalangan anak – anak santri. Dalam memompa semangat para mustami’nya di medan perjuangan Beliau selalu berujar “ DUK TALI LAYANGAN AWAK SITUK ILANG – ILANGAN “ (Duk tali untuk layang – layang, badan satu perlu dikorbankan sampai darah penghabisan dalam perjuangan).

KH. A. Rifa’i Romly wafat pada 12 Desember 1995 dengan meninggalkan satu – satunya istri yaitu Ny.H. Ummu Aiman, dan juga meninggalkan delapan putra yaitu : Nawang Wulan Jannatul Firdaus, Cholilatussaidah, Syarif Hidayatulloh, Rokhmatul Akbar, Kenedy Muammar Kadafi, Nurlaili Kamali, Yulinah Kasinah dan Indira Zulikha.

Semoga Allah SWT memberi pengampunan dan imbalan atas segala pengabdiannya. Amin.

Drs. KH. Shonhaji Romly

Drs. KH. A. Shonhadji Romly lahir di Rejoso, putra keempat dari KH. Romly Tamim, pada tanggal 2 Pebruari 1943, sebagaimana umumnya pemangku Pondok Pesantren, sejak dini putra – putrinya di didik secara islami dalam lingkungan keluarga, baru setelah akil baligh putra – putrid tersebut dikirim keberbagai lembaga pendidikan. Demikian pula halnya Drs. KH. A. Shonhadji Romly, Beliau di didik langsung oleh ayahnya, sampai usia akil baligh Pendidikan ini di teruskan sampai tamat dari Tsanawiyah lalu mondok di Pondok Pesantren Bacem Madiun tahun 1961 – 1964 dan Lirboyo Kediri antara tahun 1964 – 1967. Pada tahun 1977 meneruskan pendidikan formal di Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri Rejoso (sekarang MAN), dan sarjana Fisipol dan FKIP diperolehnya di Universitas Darul ‘Ulum pada tahun 1986. Adapun dalam kegiatan kemasyarakatan, KH. A. Shonhadji Romly mempunyai banyak pengalaman dan menjadi Pengurus Cabang Khusus di Organisasi Nahdlotul Ulama. Pengalaman tersebut antara lain :

  1. Menjadi Kepala SMA Darul ‘Ulum.
  2. Menjadi Bendahara Robithoh Alma’ana Cabang Jombang.
  3. Menjadi Ketua Tanfidziyah NU Cab. Jombang.
  4. Menjadi Pengurus DEWAN Pimpinan Pusat Jam’iyah Ahli Thoriqot Qodiriyah Indonesia.
  5. Menjadi Ketua Bid. Keamanan dan Ketertiban Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum.


Sampai wafatnya 15 Syawal 1412 H, atau bertepatan dengan tanggal 18 April 1992 M, Drs. KH. A. Shonhadji Romly meninggalkan seorang istri yaitu Ny. Hj. Amiroh Zaini, dan empat putra antara lain : Moh. Zaini Taufan, Acub Zainal Fajri, Wahab Abdi dan Rahmawati.