Artikel Populer
-
DR. HM. Afifuddin Dimyathi, Lc, MA. Gus Awis Jombang, 7 Mei 1979 Nama Ayah : KH. A. Dimyathi Romly Nama Ibu : Hj. M...
-
Asrama Hidayatul Quran ini merupakan salah satu asrama dari ke-17 asrama yang ada di Pondok Pesantren Darul yang terkenal dengan Keasrian, K...
-
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di m...
-
KH. Hanan Ma'shum \ Dilahirkan di Rejoso 7 Oktober 1940, adalah putra kedua KH. Ma’soem Cholil. Beliau tidak jauh beda dengan putra k...
-
A rab Saudi sedang membuat rancangan pembangunan jalur monorel yang akan menghubungkan kota Makkah, Mina, Muzdalifah dan Arafah. Fasilitas ...
Formulir Kontak
Senin, 01 Maret 2010
Drs. KH. Shonhaji Romly
Drs. KH. A. Shonhadji Romly lahir di Rejoso, putra keempat dari KH. Romly Tamim, pada tanggal 2 Pebruari 1943, sebagaimana umumnya pemangku Pondok Pesantren, sejak dini putra – putrinya di didik secara islami dalam lingkungan keluarga, baru setelah akil baligh putra – putrid tersebut dikirim keberbagai lembaga pendidikan. Demikian pula halnya Drs. KH. A. Shonhadji Romly, Beliau di didik langsung oleh ayahnya, sampai usia akil baligh Pendidikan ini di teruskan sampai tamat dari Tsanawiyah lalu mondok di Pondok Pesantren Bacem Madiun tahun 1961 – 1964 dan Lirboyo Kediri antara tahun 1964 – 1967. Pada tahun 1977 meneruskan pendidikan formal di Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri Rejoso (sekarang MAN), dan sarjana Fisipol dan FKIP diperolehnya di Universitas Darul ‘Ulum pada tahun 1986. Adapun dalam kegiatan kemasyarakatan, KH. A. Shonhadji Romly mempunyai banyak pengalaman dan menjadi Pengurus Cabang Khusus di Organisasi Nahdlotul Ulama. Pengalaman tersebut antara lain :
- Menjadi Kepala SMA Darul ‘Ulum.
- Menjadi Bendahara Robithoh Alma’ana Cabang Jombang.
- Menjadi Ketua Tanfidziyah NU Cab. Jombang.
- Menjadi Pengurus DEWAN Pimpinan Pusat Jam’iyah Ahli Thoriqot Qodiriyah Indonesia.
- Menjadi Ketua Bid. Keamanan dan Ketertiban Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum.
Sampai wafatnya 15 Syawal 1412 H, atau bertepatan dengan tanggal 18 April 1992 M, Drs. KH. A. Shonhadji Romly meninggalkan seorang istri yaitu Ny. Hj. Amiroh Zaini, dan empat putra antara lain : Moh. Zaini Taufan, Acub Zainal Fajri, Wahab Abdi dan Rahmawati.
Labels:
PPDU
|
0
comments
KH. Hasyim Umar
Semasa hidupnya KH. Hasyim Umar lebih dikenal dengan sebuutan Kyai Haum, singkatan dari nama Beliau Hasyim Umar. Beliau lahir di Rejoso pada tahun 1934. Dibesarkan dan di didik di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum oleh ayahnya sendiri yaitu Kyai Umar Tamim, adik KH. Romly Tamim. Di Lembaga Pendidikan Formal, Kyai Hasyim Umar tercatat menamatkan SMP Islam Darul ‘Ulum pada tahun 1955 dan dilanjutkan ke Muslimin Atas (Setingkat SMA) tamat tahun 1958. Setamat dari Lembaga Pendidikan Formal Darul ‘Ulum Beliau melanjutkan keberbagai Pondok Pesantren sebagaimana kelaziman anak dan Calon Pimpinan Pondok Pesantren pada umumnya. Pondok Pesantren yang pernah di gali ilmunya antara lain di Demak dan Poncol Solotigo.
Sepulang dari dua Pondok Pesantren diatas, mulailah Haum berkiprah di kegiatan social Keagamaan, misalnya saat tinggal di Yogyakarta pernah mengikuti Kursus Kader Gerakan Pemuda Anshor. Apalagi sejak tahun 1963 saat harus ikut mengabdi di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, aktif pula jadi pengurus NU Ranting Peterongan pada tahun 1963 – 1965, pada tahun 1965 – 1971 menjadi ketua pengurus Koperasi Pusaka Jombang, 1970 – 1971 menjadi anggota DPR Tingkat II Jombang dari Fraksi FPP.
Akhirnya, setelah menjadi anggota Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul 'Ulum mulai tahun 1978 Beliau wafat pada tanggal 26 Syawal 1407 atau 22 Juni 1987, dengan meninggalkan seorang istri Ny. Hj. alfiah dan putranya yaitu : Moh. Iqbal, Ach. Fauzi, Ach. Mufti Jamal dan Ach. Achsin.
Labels:
PPDU
|
0
comments
DR. KH. Musta'in Romly
![]() |
| DR. KH. Musta'in Romly |
KH. Musta’in Romly lahir di Rejoso pada tanggal 31 Agustus 1931 sejak kecil Beliau mendapat didikan langsung dari kedua orang tuanya. Dan baru tahun 1949 M, melanjutkan studi di Semarang dan Solo di Akademi Dakwah Al Mubalighin, di perguruan ini bakat kepemimpinannya amat menonjol sehingga pada waktu relatif singkat mengajak sahabat – sahabatnya yang berasal dari daerah Jombang, mendirikan Persatuan Mahasiswa Jombang. Studi di Lembaga ini diakhiri pada tahun 1954 M.
Pada tahun 1954 M Beliau aktif di Nahdlotul Ulama Jombang tempat asalnya dan kemudian menjadi pengurus IPNU Pusat tahun 1954 s/d 1956. Upaya menerpa diri untuk lebih matang sebagai Pimpinan Pondok Pesantren, KH. Musta’in banyak beranjang sana keberbagai Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan pada umumnya. Mulai tingkat Nasional sampai ke tingkat Internasional. Dalam kaitan inilah oada tahun 1963 M Beliau Studi Muhibah ke Negara – Negara Eropa dan Timur Tengah, yang juga berziarah ke makam Syeh Abdul Qodir Al Jailani tokoh pemrakarsa Thariqoh Qodiriyah, di Irak. Hal ini penting mengingat pendidikan Beliau di Indonesia sebagai Al Mursyid Thariqot Qodiriyah Wan Naqsabandiyah mewarisi keguruan KH. Romly Tamim dan KH. Cholil Rejoso. Oleh – oleh dari kunjungan Muhibbah ini antara lain yang mendorong berdirinya Universitas Darul ‘Ulum pada 18 September 1965. Universitas Darul ‘Ulum sendiri diprakarsai oleh DR. KH. Musta’in Romly, KH. Bishri Cholil, KH. Akhmad Badawi Cholil, Mohammad Wiyono (Mantan Gubernur Jatim), KH. Muh. As’ad Umar dan Muhammad Syahrul, SH. Untuk melengkapi keabsahan KH. Musta’in sebagai Rektor, pada tahun 1977 Beliau mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Macau University. Pada tahun 1981, lawatan ke Timur Tengah dilakukan kembali dengan hasil kerjasama antara Universitas Darul ‘Ulum dengan Irak University dalam bentuk tukar menukar tenaga Edukatif, dan dengan Kuwait University dalam bentuk Bea Siswa studi Kuwait. Pada tahun 1984 KH. Musta’in ke Casablanca Maroko tepatnya pada bulan Januari 1984, yaitu mengikuti Kunjungan Kenegaraan bersama Wakil Presiden RI Bpk. Umar Wirahadi kusuma dan Menteri Luar Negeri RI Bpk. Prof. DR. Muchtar Kusuma Atmadja dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kunjungan ini dilanjutkan ke Prancis dan Jerman Barat. Selanjutnya pada bulan Juli dengan tahun yang sama, KH. Musta’in Romly mengikuti Konferensi Antar Rektor Se Dunia di Bangkok.
Semua kunjungan dijalani KH. Musta’in dengan tekun demi Kelembagaan Pendidikan yang diamanatkan kepada Beliau, yaitu Lembaga Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, Lembaga Thariqot Qodiriyah Wan Naqsabandiyah, dan Universitas Darul ‘Ulum. Sampai wafat tanggal 21 Januari 1985, DR. Musta’in meninggalkan putra – putrid : M. Rochmad (Alm), H. Luqmanul Hakim dari Ibu Chafsoh MA’some, Hj. Choirun Nisa’ dari Ibu Dzurriyatul lum’ah, H. Abdul Mujib, H. Ahmada Faidah dan Chalimatussa’diyah dari Ibu Ny. Hj. Latifah. Adapun jabatan yang pernah diamanatkan kepada DR. KH. Musta’in Romly adalah :
- Anggota MPR-DPR RI Th. 1983 sampai wafat.
- Wakil Ketua DPP MDI Th. 1984 sampai wafat.
- Rektor Universitas Darul ‘Ulum Th. 1965 sampai wafat.
- Al Mursyid Thariqot Qodiriyah Wan Naqsabandiyah Th. 1958.
- Ketua Umum Majelis Pimpinan Pondok Pesantren darul ‘Ulum Th. 1958 sampai wafat.
- Anggota BKS Perguruan Tinggi Swasta Th. 1983 sampai wafat.
- Anggota IAUP (International Assosiation Of University President 1981 di Castarica).
- Ketua Umum Jam'iyah Thoriqot Mu'tabaroh Indonesia Th. 1975 sampai wafat.
Labels:
PPDU
|
0
comments
KH. Sufyan Cholil
Kyai Sufyan sebelum terjun di kalangan ketokohan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum adalah Aktifis Gerakan Nahdlatul Ulama Wilayah Yogyakarta dan sekaligus sebagai wakil satu – satunya NU di DPRD RI Pusat Jakarta dari wilayah Yogyakarta. Beliau lahir di Rejoso pada 29 Oktober 1929. Setelah dapat menyelesaikan studi di Rejoso sebatas tingkat Sekolah Menengah Pertama, Beliau melanjutkan studi kelananya di Semarang, lalu berpindah ke Yogyakarta. Di Yogya Beliau bertemu bertemu dengan Putri Magelang yang bernama Noer Chalimah, yang kemudian dikawininya tahun 1960 dan perkawinan ini diketahui membuahkan Farida Roichany, Faiqoh Rahmiati, Muhammad Farikhin, Muhammad Faisol, Muhammad Fanani dan Farra Adibah.
Karir organisasinya adalah tahun 1954 ikut aktif sebagai pelopor berdirinya Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama IPNU, tahun 1954 sebagai pengajar dan administrative Madrasah Mualimat Yogyakarta, tahun 1959 sebagai Gerakan Pemuda Anshor Bantul Yogya, tahun 1972 sebagai anggota DPR-GR daerah Yogyakarta, tahun 1973 hari terakhir Beliau di Yogya karena tahun itulah Beliau harus pulang kampung, terpanggil kepemimpinan Darul ‘Ulum yang lenggang ditinggal KH. Bishri Cholil sebagai partner KH. Musta’in Romly menjalankan amanat.
Menurut rencana memang bagus katanya , tapi rupanya Tuhan berbuat lain dan manusia harus tunduk menerimanya. Itulah, rencana Kyai bertahan lama, tapi nyatanya Beliau tidak lama kemudian tepatnya tahun 1978 memenuhi pula panggilan Allah SWT untuk melibatkan diri di alam kekal. Kita yang ditinggal akhirnya hanya berbisik Innalillahi Wainnailaihi Roji’un.
Labels:
PPDU
|
0
comments
KH. Umar Tamim
Diantara sekian tokoh Darul ‘Ulum yang lugu, Kyai inilah nomor satunya. Beliau lahir beberapa tahun setelah kelahiran KH. Romly Tamim, dengan kata lain Beliau adalah putra Kyai Tamim yang paling ragil. Semasa kecil di didik ayahnya Ilmu Pengetahuan Syariat pada umumnya seperti halnya kakak Beliau kemudian dilanjutkan menguji diri di Tebuireng. Sesuai ibadah Haji tahun 1930-an Beliau memulai Studi Ilmu Tasawuf kepada kakak iparnya, yang kemudian pada waktu Kyai Romly Tamim memegang sebagai leader Thariqot Qodiriyah Wan Naqsabandiyah. Kyai Umar adalah Pembantu Utama dalam bidang Khususiyah, yaitu acara khusus pengamalan Ilmu Thariqot (Tasawuf).
Beliau wafat pada tahun 1971 dengan meninggalkan seorang istri yang dikawininya, putrid dari Perak Jombang bernama Hj. Muzamzamah dan meninggalkan enam putra yaitu : Alfiyah, Azzah, Muhammad As’ad, Muhammad Hasyim, Shofiyah dan Muhasonah.
Labels:
PPDU
|
0
comments
KH. Bisry Cholil
Di lahirkan di Rejoso 1922 M. Sebagaimna kakak – kakaknya Beliau ketika masih kecil yaitu tahun 1927 diajak ayah ketanah suci Makkah untuk menambah wawasan daya cintanya terhadap agama. Dan ini jelas nantinya sangat dibutukan sebagai penerus kontinuitas pendidikan di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum.
Karir pendidikannya ditempuh pertama di Lasem Jawa Tengah dibawah asuhan Kyai Haji Ma’soem dan Mbah Baidlowi. Disinilah lembaga pendidikan ini Beliau mendapat teman akrab yang nantinya sangat menentukan arah perjuangan dimasa yang akan datang. Teman itu adalah Achmad Syaichu, sekarang menjadi dedengkot Ittihadul Mubalighin satu organisasi sosial yang berkilah di medan dakwah islam. Setelah undur dari pendidikan Lasem, dilanjutkan lagi menimba Ilmu Pengetahuan Bidang Studi Umum di Surabaya, yang selanjutnya mengantarkan Beliau ke Medan laga Revolusi fisik menjadi anggota tentara HISBULLAH. Posisi Hisbullah memungkinkan Beliau menggerakkan santri dan simpatisan Darul ‘Ulum, menjadi bagian tak terpisahkan dengan perjuangan senjata melawan Belanda. Beliau baru istirahat dari ketentaraan ini setelah kedaulatan telah kembali ke Bangsa Indonesia 1945 M.
Pada tahun 1949 Kyai Bishri kawin dengan putri Kyai Haji Dimyathi Trowulan Mojokerto yang bernama Nyi Choiriyah kemudian dari perkawinan ini berhasil menambahkan jumlah keluarga besar Darul ‘Ulum dengan lahirnya Muyassaroh, Fatimah Ahmad Dimyathi, Muhammad Dahlan, Mahmudah,Muhammad Hamid, Muhammad Idham Gozali dan Qurrotul Ainiyah yang lahir tanpa sempat mengenal rupa sang ayah.
Setelah beberapa lama terlibat langsung pada totalitas silih berkembangnya pendidikan Darul ‘Ulum, maka Beliau tahun 1959 mempelopori berdirinya Mualimat Atas, Sekolah Tingkat Atas bagi siswi Darul ‘Ulum dan dipimpinnya langsung sampai tahun 1963. Sementara itu dalam kancah Sosial Poitik Beliau aktif sebagai anggota DPR-GR sampai menjelang tahun 1960 di Jombang, Beliau pula sebagai top leader bersama Kyai Musta’in Romly yang berusaha dengan gigih menyelaraskan langkah Darul ‘Ulum bersama Pemerintah Indonesia meningkatkan kecerdasan bangsa melalui penyediaan sarana pendidikan yang berkualitas dan kosmopolitan. Ditengah – tengah laju gemintang semangat juang Pondok Pesantren Darul ‘Ulum menembus kabut – kabut kehidupan. Ternyata simpatisannya terpana sejenak atas kematian Beliau yang tiada di duga. Begitulah suratan takdir, tiada pernah manusia tepat menerkanya, waktu kemarin masih segar kini tepatnya 8 Syawal 1387 atau 8 Januari 1968 Kyai Bishri langgeng menempati alamnya disisi Allah SWT.
Labels:
PPDU
|
0
comments
Langganan:
Postingan (Atom)
